Rabu, 29 September 2010

Skoliosis, Keluarga, dan Rasa Syukurku

Alhamdulillahirabbil aalaminn…Tak henti2nya aku mengucap syukur padamu Ya Rabbi, bahkan sampai saat ini rasanya masih seperti mimpi.
Dengan segala ridhoMu kepadaku, kini aku bisa tersenyum kembali saat melihat bayangan itu di cermin. Pinggang dan bahu yg dulunya asimetris, kini hampir kembali seperti saat aku kecil. Punggung yg berpunuk, kini telah rata walau masih ada sedikit sisa. Tulang belakang yang dulunya melengkung sangat curam, kini telah tegak walau tak seluruhnya. Namun itu tak mengapa, segala kesempurnaan hanyalah milik Allah.
Skoliosis ini, telah memberikan banyak pelajaran hidup untukku. Sebelum aku bisa menerima ini semua, tiap hari terpuruk dalam kesedihan. Termenung dalam kekalutan. Aku tak tahu bagaimana masa depanku, hampir saja diri ini menyerah. Tapi kedua malaikatku selalu menghiburku. Mereka yg susah payah membesarkanku, tak ingin melihat diri ini menangis. Rasa putus asa dan merasa tidak berguna slalu saja datang menghampiri. Selalu aku panjatkan doa meminta jalan keluar kepadaMu di tiap sujudku. Alhamdulillah... Engkau memang Maha Mendengar. Setelah sekian lama kami berjalan, Kau bukakan pintu itu Ya Allah.. mimpiku serasa bersinar kembali. Kau telah ciptakan orang2 yg sangat menyayangiku. Bapak, Ibu, Dina, Mba Anja, Mba Hani. Semua keluarga besarku. Teman2 manisku. Semua orang di sekitarku. Mungkin jika mereka bersedih karenaku, betapa tersayatnya hati ini. Dan sekarang kau hadiahkanku hidup yang lebih indah. Aku berjanji akan terus menjaga hadiah ini Ya Allah. Skoliosis, Bonbone, dan Titan. Aku akan tetap menjadi skolioser sepanjang hidupku karena itulah takdirku. Tidak akan pernah ku menyesalinya lagi. Aku berjanji mulai detik ini akan membuat kedua malaikatku tersenyum bahagia, Bapak dan Ibu. I love my scoliosis, I love my family, I love my lovely life and I love Allah.
Oke. Mari tersenyum :)
Go scolioser go !

dari kiri : dr. Subhan, Dini, dr. Iman Solichin, Dina, dan dr. Yudhi.


Hari terakhir kontrol ke RSOP, eh ada mbak Peni.



Silaturrahim ke rumah Mbak Paramita Nilamsari, mbak mita selalu bisa menjadi motivator buat kami.

7 komentar:

  1. Bahagia nya kau ndok pinggul mu sudah tak separah pinggulku lagi haaahaaa :D

    BalasHapus
  2. makasi kak Indiii :)

    buat elga, pinggulku masih rada miring kok mak... hehe syukuri aja.. :)

    BalasHapus
  3. dini
    postinganmu bagus bgt,wuahh makin cantk aj
    salam kenal ya!

    nauri

    BalasHapus
  4. hehhee....
    makasi yaa...

    salam knal juga nauri :)

    BalasHapus
  5. :) semangat ya sayang,,,
    cieee... ada yg bilang makin cantik tuh,,, :D
    bukan makin cantik jg,,, tp selalu cantik... hehehe I love u so much like the way you are...:*

    BalasHapus
  6. hehehe jadi GR lohhhh :p
    love u too nyun :*

    BalasHapus