Sabtu, 17 Desember 2011

Flowers for The First Time :)


 Jumat, 16 Desember 2011
"Kok lama?" tanyaku.
tanpa basa-basi, lalu kamu membuka tasmu dan satu bouquet bunga cantik terlihat olehku.
uahhh...saat itu juga rasanya seperti melayang. 
"Ituh..."

Dulu pernah aku bilang, kenapa kamu tidak pernah memberiku bunga. "Aku mau bouquet bunga dari kamu" ujarku.
Sambil terus menyindir beberapa kali, bahkan aku sentil dengan lirik lagu Mocca "How come you never send me bouquet of flowers?"
hehe. I'm just kidding, Honey.
Padahal perkataanku itu tidak terlalu serius, walaupun aku memang menginginkannya. Aku pernah bilang memang kamu tidak bisa romantis. Tapi aku senang dengan kejutan-kejutan kecil seperti ini, seperti juga saat tiba-tiba kamu sudah di depan rumah hanya untuk memberiku boneka kucing saat aku hendak operasi Skoliosis, dan aku belum mandi. Atau saat tiba-tiba kamu sudah di depan sekolah dan membelikanku burger dan susu. That's so sweet :)



11 tangkai mawar dan 3 tangkai krisan. Simple but elegant. Love it!








Sekarang aku bisa bilang, kamu romantis! Love You :)

Senin, 12 Desember 2011

He had grown up !

Hallo teman...nama saya Muhammad Arsa Al Ghazi, saya lahir di Bandung tanggal 28 Februari 2011, umurku sekarang 10 bulan loh. Saya keponakan dari tante Dini Ghaisani, tante Dina Nisrina dan tante Azzara Hanie. Cucu pertama dari eyang Amin Zainullah dan uti Elly Nurhayati. Ibuku orang Jawa tulen, sedangkan Bapakku setengah Sunda setengah Padang. Berarti aku 50% Jawa, 25% Sunda dan 25% Padang . Asyik kan XD

 
Ayo mainan boneka buaya sama Arsa!

 Loh...kok pada gak mau sih?

Haioo lempar hape nih! Ciaattt!


Lohhhh....kok teman-teman pada gak mau maen sama Arsa...Arsa nangis nih T.T

Wekkkk...biarin ah...liat nih Arsa punya kursi lucu :D

Yasudah teman-teman...doakan Arsa dan keluarga sehat selalu yah. Bulan depan Arsa ke Malang nih, bertemu sama tante kembar dan tante Hanie juga eyang kakung dan eyang uti.
Bubye :D

Minggu, 11 Desember 2011

Mencari Winda

"Hai Winda! Apakabar? Aku harap kamu baik-baik saja."
masih ingatkah kau kata-kata itu, Winda? 
Dulu...sangat lama, aku lupa kapan tepatnya, sekitar hampir 7 tahun yang lalu...aku pernah mengirimkan surat padamu, Winda. Tak lupa juga aku selipkan fotoku saat di pulau Penyu, Bali.
Masihkah kau menyimpannya, Winda??
Aku mengenalmu lewat majalah anak-anak dengan tokoh kelinci pintar bernama BOBO.
Saat itu aku iseng, Winda. Aku lihat kamu mengirimkan surat ke BOBO, dimana kamu menginginkan Sapen (Sahabat Pena). Aku yang kala itu juga sedang mencari sahabat pena, tanpa pikir panjang langsung mengirimkan surat beserta fotoku dan tak lupa nomor handphone.

Sekian lama menunggu balasan surat dari kamu, kira-kira berbulan-bulan. Maklum, jasa pengiriman dan teknologi pun tidak secanggih sekarang.
Saat itu aku masih kelas 5 SD, aku baru saja selesai berlibur di Jakarta. Aku terkejut tiba-tiba ada sms dari kamu. Ini hape pertamaku, bekas hape bapak. Maklum, masih kelas 5 SD. Betapa gembiranya aku.

Kamu : " Halo dini, How was going today? I am Winda. btw masih inget ga?"
Aku    : "Inget dong! Sekarang aku lagi di Bandara Cengkareng, mau pulang ke Malang. Aku Habis Liburan dari Jkt."

Format smsku dan smsmu persis seperti itu. Kenapa aku bisa ingat? Karena aku orang yang sangat menghargai 'kenangan'. Aku temukan catatan harianku di lemari kemarin. Dan catatan itu memuat tentang aku dan kamu, salah satunya.

Aku    : "Hallo Winda Pa kabar? Skarang km lagi ngapain? Kamu itu Winda temen sapenku, kan..."
Kamu : "Hallo Dini, aku baru plng dari Bangka, Abis Liburan. Baru blz, maaf (Winda)"

dan sms terakhir dari kamu...
Aku    : "Eh km kirim surat dong."
Kamu : "Aduh...sori ya aq lg sbk btr lagi ujian, tar aja abis ujn, oce!"

Sejak saat itu kamu belum balas suratku. Entah karena aku salah menuliskan alamat rumahku sendiri, atau karena sampai sekarang kamu belum mengirimkan, bahkan membuatnya. Aku tahu ini tidaklah penting, Winda. Tapi rasa penasaranku begitu besar. Aku tidak tahu wajahmu, tidak tahu berapa umurmu, yang jelas aku senang berteman denganmu walau seperti khayalan. LOL
Sudah lama aku mencari namamu di google dengan keyword "Winda Yuniastuti" tapi tak menemukan titik terang.
Bahkan di jejaring sosial FB sekalipun, aku hanya menemukan satu orang bernama Winda Yuniastuti dari Subang, bukan dari Rangkasbitung.
Apakah kamu sudah pindah rumah?
Hari ini aku sms kamu, dan berhasil. Kamu membalasnya dengan layar kosong. Apakah itu masih kamu? aku harap suatu hari kamu membaca ini. Karena rasa penasaranku amatlah besar. 

Salam Manis, Dini :)

Bando Pita Lucu

Berawal dari keisengan saya mengutak-atik kain perca jadi pita, akhirnya saya putuskan untuk membuat bando yang ternyata unyu juga . hehe
Bahan-bahannya mudah didapatkan dan tidak perlu menguras kantong, Anda hanya perlu mencari bahan-bahan bekas dari kamar Anda. 

 Alat dan bahan :
1. Kain perca polos
2. Lem UHU
3. Double tape
4. Gunting
5. Benang dan jarum
6. Bando hitam
7. Renda lebar dan renda pita
8. Pita transparan

Cara membuat : 
Gunting kain perca menjadi bentuk persegi panjang, ukuran diperkirakan saja sesuai keinginan. 


Jahit tepi kain sampai berbentuk seperti sebuah bantal, sisakan pojok kain yang tidak dijahit agar mudah untuk membaliknya. 

 

Setelah dibalik, jahit lubang tersebut. Ikat tengah-tengah kain dengan benang membentuk sebuah pita. Tidak perlu dijahit. 


Ambil renda yang lebar,  potong menjadi persegi panjang. Ikat tepi bawahnya dengan benang dan bentuklah menjadi sebuah kipas. Buat menjadi 2 buah.

 

Jahit kipas renda tersebut pada bagian tengah bantal pita. 


Beri pita transparan agar jahitan tidak terlihat. Lalu tumpuk dengan renda tebal. Biarkan ujung pita dan ujung renda tergerai serta sesuaikan panjangnya. Jahit rapi dengan benang. 

 

Agar ujung renda tidak berserabut, beri hiasan biji-bijian, kancing baju, atau sesuai selera Anda.


Tempel pada bando polos dengan cara diberi lem UHU lalu diberi pita hitam yang tebal agar tidak mudah lepas.


Bando Pita siap dipakai. 


Selamat Mencoba :)

Sabtu, 10 Desember 2011

"You're beautiful no matter what they say."

Aku tidak pernah merasa bahwa bisa dibilang cantik. Aku berantakan, biasa, dan cuek dalam hal fashion
Tapi tiap bersama dengan someone who's very valuable for me, aku selalu percaya diri.
Kamu selalu bisa membuat hati ini seakan leleh, saat kamu bilang "Duh...kenapa orang-orang di jalan selalu ngeliat ke arah kita? Kayaknya gara-gara aku bonceng cewek cantik sih..."
Ouchh....apaan sih . Hihi 

Bahkan pernah suatu ketika, aku akan menghadiri pesta ulang tahun sahabatku. Hari itu, saking asyiknya bermain, sampe gak bisa memperkirakan waktu. Aku lupa.
Saat itu aku selesai pulang dari try out STAN, dan langsung bermain di rumah temen yang jaraknya jauh dari rumah. Kamu bela-belain jemput aku. Tapi aku takut datang ke acara ulang tahun sahabatku  karena udah telat. Akupun belum mandi dan masih mengenakan kemejaku yang biasa saja.

"Udah..kita dateng aja. Biar dia bisa ngerasa dihargai. " katamu.
"Lha bajuku kayak gini, pasti tar di sana temen-temen pada cantik-cantik. Aku belum mandi pula. Ini udah jam berapa..."
"Mending telat daripada enggak sama sekali."

Aku dan kamu memutuskan untuk berhenti sejenak di pom bensin. Hanya untuk menurutiku. Aku hanya memakai bedak tipis dan lipbalm, juga menyisir rambutku yang kusut.
"Udah? kamu cantik kok. Coba liat di spion deh."

Saat itu pula kamu membangkitkan rasa percaya diriku. Memang benar katamu, ternyata sampai di sana, banyak kok yang hanya mengenakan pakaian biasa. Dengan pede aku masuk dan menyalami sahabatku yang berulang tahun itu.

Dulu, kamu juga bilang "Gak masalah kok aku punya pacar yang skoliosis, yang penting kan dia sayang aku. Pacarku kan manis."
Kamu selalu membangkitkan rasa percaya diriku. Selalu dan selalu. Kamu mengajariku, bahwa cantik memang relatif :)